Minggu, 13 Januari 2013

Jenis-jenis Frasa

   Frasa Benda atau Frasa Nomina


            Frasa benda atau frasa nomina adalah frasa yang kedudukannya sama dengan kata benda. Unsur pusat frasa benda yaitu kata
benda.
Contoh:
a. Dita menerima hadiah ulang tahun.
b. Dita menerima hadiah.
            Frasa hadiah ulang tahun dalam kalimat di atas kedudukannya sama dengan kata benda hadiah. Oleh karena itu, frasa hadiah ulang tahun termasuk frasa benda atau frasa nomina.
Contoh lain, misalnya:
Bapak Menteri                      pohon rindang
rumah baru                           anggota DPR
kakak saya                            bangunan itu
dua buah sepeda                 yang cantik

Frasa Kerja atau Frasa Verba

            Frasa kerja atau frasa verba adalah frasa yang kedudukannya sama dengan kata kerja atau verba.
Contoh:
Dua orang mahasiswa sedang membaca buku baru di perpustakaan.
Frasa sedang membaca adalah frasa kerja karena kedudukannya sama dengan kata kerja membaca dan unsur pusatnya kata kerja, yaitu membaca.
Contoh lain, misalnya:
akan pergi                             dapat menyanyi
sudah datang                        duduk lagi
sering lari                              makan dan minum

Frasa Sifat atau Frasa Adjektiva

            Frasa sifat atau adjektiva adalah frasa yang kedudukannya sama dengan kata sifat. Frasa sifat mempunyai inti berupa kata sifat. Unsur inti dalam frasa adalah unsur yang diterangkan oleh unsur lain yang merupakan unsur pewatas (yang menerangkan). Meskipun demikian, sesuai pengertian adjektiva, maka frasa adjektival tetap merupakan bagian yang menerangkan nomina (kata benda).
Perhatikan contoh berikut:
Dia agak bingung dalam memilih pakaian yang ditawarkan ayahnya.
Kelompok kata yang dicetak miring pada kalimat di atas adalah frasa adjektival. Kata bingung pada frasa di atas adalah adjektiva yang menjadi inti frasa. Dikatakan sebagai inti karena kata tersebut merupakan unsur yang diterangkan oleh pewatas agak. Namun demikian, frasa adjektival agak bingung tetap berfungsi sebagai unsur yang menerangkan nomina dia.  Perhatikan pula contoh berikut ini!
Karena tidak sabar, wanita itu mencubit anaknya, yang dari tadi menangis meminta es krim.

Inti frasa adjektival tidak sabar adalah sabar (adjektiva). Kata tidak adalah unsur pewatas yang menerangkan kata sabar. Karena inti dari tidak sabar adalah adjektiva sabar yang tergolong sebagai adjektiva, maka frasa tidak sabar adalah frasa adjektival.

Frasa Keterangan atau Frasa Adverbia

            Frasa keterangan adalah frasa yang kedudukannya sama dengan kata keterangan. Biasanya inti frasa keterangan juga berupa kata keterangan dan dalam kalimat sering menduduki fungsi sebagai keterangan. Frasa keterangan biasanya mempunyai keleluasaan berpindah karena berfungsi sebagai keterangan. Oleh karena itu, frasa keterangan dapat terletak di depan atau di belakang subjek atau di awal dan di akhir kalimat.
Contoh:
1) Tidak biasanya dia pulang larut malam.
2) Dia tidak biasanya pulang larut malam.
3) Dia pulang larut malam tidak biasanya.
Dari pengamatan terhadap bahasa Indonesia diperoleh sejumlah kata keterangan, yaitu kemarin, tadi, nanti, besok, lusa, sekarang, dan lain-lain.

Frasa Bilangan atau Frasa Numeralia

            Frasa bilangan adalah frasa yang kedudukannya sama dengan kata bilangan. Pada umumnya frasa bilangan atau frasa numeralia dibentuk dengan menambahkan kata penggolong atau kata bantu bilangan.
Contoh:
Dua orang serdadu menghampirinya ke tempat itu.
Kata dua termasuk golongan kata bilangan, sedangkan kata orang disebut sebagai kata penyukat. Kata penyukat adalah kata yang terletak di belakang kata bilangan dan bersama kata itu membentuk satu frase yang disebut frase bilangan, yang mungkin terletak di muka kata nominal (kata benda).
            Di samping itu, terdapat juga frasa bilangan yang terdiri dari kata bilangan disertai kata tambah. Misalnya: hanya satu, cuma dua belas, sepuluh saja, dsb.

Frasa Depan atau Frasa Preposisional

            Frasa depan adalah frasa yang terdiri atas kata depan dengan kata lain sebagai unsur penjelas.
Contoh:
di sebuah rumah                 
dengan sangat tenang        
                       Frasa di sebuah rumah terdiri dari kata depan di  sebagai penanda, diikuti frasa sebuah rumah sebagai intinya. Frasa dengan sangat tenang terdiri dari kata depan dengan sebagai penanda, diikuti frasa sangat tenang sebagai intinya.
Contoh lain, misalnya:
ke Jakarta                                           tentang masalah itu
dari desa                                            kepada temannya
terhadap kemenakannya                daripada bambu



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar